berita bengkayang

berita bengkayang
trio macan lagi beraksi

Selasa, 22 Juni 2010

KONI Bengkayang

KONI Bengkayang Tak Transparan

BENGKAYANG. Pemangkasan atlet setiap cabang olahraga oleh KONI Bumi Sebalo dalam mengikuti Porprov di Pontianak dinilai sepihak. KONI Bengkayang tidak transparansi masalah anggaran. Seharusnya mereka mengadakan koordinasi dengan pengkab untuk membahas anggaran dan kontigen yang akan dikirim.
Ir Martinus Khiu, Ketua Umum Pengkab (Pengurus Kabupaten) PASI Bengkayang mengatakan, dikarenakan pemangkasan atlet setiap cabang olahraga oleh KONI Bumi Sebalo dalam mengikuti Porprov di Pontianak dinilai sepihak.
“Jumlah kontingen yang di kirim untuk mewakili Bengkayang dari semua Pengkab awalnya lebih dari 300 atlet, termasuk pelatih, ofisial dan atlet. Namun, kenyataannya hnaya kurang lebih 100 orang saja,” kesal Khiu ditemui di Kantor KPU Bengkayang, |Jumat00 (18/6).
Khiu yang juga Ketua Pokja Kampanye KPU Bumi Sebalo ini mengungkapkan, olahraga merupakan salah satu bagian proses pembangunan. Oleh sebab itu, wajib diperhatikan dari pemda.
“PASI Bengkayang telah menyiapkan 30 atlet untuk mengikuti turnamen ini. Dikarenakan ada pemangkasan dari KONI, saya tidak tau berapa jumlah yang dibawa oleh mereka. Masalahnya mereka tidak berkoordinasi dengan kita,” beber Khiu.
KONI Bengkayang berjalan sendiri dan tidak merangkul pengkab yang ada di Bumi Sebalo. Anggaran Porprov yang dihibahkan oleh pemda sampai saat ini tidak tau berapa jumlahnya untuk masing-masing Pengkab.
“”KONI Bengkayang tidak transparansi masalah anggaran. Seharusnya mereka mengadakan koordinasi dengan pengkab untuk membahas anggaran dan kontigen yang akan dikirim. Prestasi atlet harus dibina secara berkesinambungan, jangan setengah-setengah. Ada kegiatan baru berkalut mencari atlet,” sarannya. (cah)

Kamis, 17 Juni 2010

KECAMATAN SUTI SEMARANG KABUPATEN BENGKAYANG

Kecamatan Suti Semarang Perlu Perhatian Khusus

Bengkayang-BERKAT

Sudah 11 tahun Bengkayang menjadi kabupaten. Namun, Kecamatan Suti Semarang masih belum mencicipi pembangunan. Masih banyak kekurangan sarana dan prasarana di kecamatan ini. Kantor Camat Suti Semarang masih gunakan mesin tik, untuk menggunakan komputer harus pada malam hari saja.

Yohanhes Atet, Camat Suti Semarang mengatakan, luas wilayah kerjanya sebesar 280, 84 kilometer persegi atau sekitar 5,20 persen dari luas Kabupaten Bengkayang. Jumlah penduduk yang ada tercatat pada akhir tahun 2006 sebanyak 4.339 jiwa dengan 978 kepala keluarga.

“Jika dilihat luas wilayah, desa yang paling luas adalah Desa Muhi Bersatu dan yang paling kecil Desa Kelayu. Yang memiliki tingkat kepadatan penduduk paling tinggi ialah Desa Kelayu dengan tingkat kepadatan sebesar 47 jiwa per km persegi. Sedangkan terendah Desa Muhi Bersatu 7 jiwa per Km Persegi,” terang Atet, Selasa (15/6).

Kecamatan Suti Semarang membawahi delapan desa dan 12 dusun. Yakni Desa Nangka, Muhi Bersatu, Cempaka Putih, Suka Maju, Kiung, Suti Semarang, Tapen, dan Kelayu. Fasilitas pendidikan yang ada di kecamatan ini masih sangat kurang memadai. Mengingat desa yang ada cukup terisolir, pembangunan sarana pendidikan yang ada juga menjadi terhambat, selain itu tenanga guru yang ada juga dinilai masih sangat kurang.
Tambah Atet, untuk fasilitas kesehatan yang ada hanya satu puskesmas, dua puskesmas pembantu, dan dua polindes. Tenaganya belum ada dokter yang ditempatkan dan yang ada hanya perawat.

“Perlunya penambahan fasilitas dan tenaga kesehatan yang ada guna peningkatan kualitas kesehatan masyarakat kecamatan ini. Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah di sektor pertanian. Yakni tanaman pangan dan perkebunan. Usaha masyarakat disektor pertanian ini hanya sebatas untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Hal ini terjadi karena sulitnya untuk menjual hasil pertanian jika panen. Mengingat jarak yang harus ditempuh sangat jauh dan belum ada alat transportasi yang dapat digunakan. Sebagaian besar warga disini masih dibelenggu oleh masalah kemiskinan.

“Angka kemiskinan yang ada tercatat sebesar 60, 02 persen. Kemiskinan yang terjadi lebih diperparah dengan berbagai sarana yang belum memadai baik pendidikan, kesehatan, dan yang paling utama adalah sarana transportasi,” beber Atet.

Dilihat dari sarana sanitasi masyarakat, sebagaian besar masyarakat belum menggunakan MCK dan sumber air minum yang digunakan belum cukup higenis mengingat air yang digunakan untuk minum adalah air hujan, sungai, dan mata air yang belum disterilisasi.
Adapun sarana transportasi yang digunakan untuk dapat ke desa-desa yang ada melalui jalan darat dengan cara jalan kaki dan kendaraan roda dua. Sebagian melalui jalur air dengan mengggunakan motor air. Sulitnya akses ke desa-desa menyebabkan sangat terbelakangnya masyarakat kecamatan ini.
“Kecamatan ini dianggap daerah yang cukup sulit diakses di Kabupaten Bengkayang. Sarana yang tidak tersedia menyebabkan waktu tempuh yang dibutuhkan akan sangat lama apabila kondisi jalan yang merupakan jalan setapak menyebabkan bertambahnya kesulitan transportasi yang dihadapi,” ungkapnya.

Sedangkan fasilitas listrik khususnya listrik PLN juga baru diakses oleh dua desa yakni Cempaka Putih dan Suti Semarang sedangkan sisanya hanya yang cukup mampu saja dapat menikmati listrik yang dihasilkan oleh mesin pembangkit listrik rumah tangga. Kantor Camat saja tidak ada listrik dari PLN. Sehingga untuk mengetik surat menyurat masih dengan mesin tik,” ujarnya.
Kami dapat menggunakan listrik apabila kerja lembur, yakni pada waktu malam hari baru bisa menggunakan listrik. Komputer ada di kantor tetapi tidak dapat digunakan pada jam kerja. Hanya dapat dipakai waktu malam hari saja.
Atet juga mengungapkan, sarana sosial budaya yang ada belum cukup memadai. Hal ini terlihat dari banyaknya sarana tempat ibadah yang ada. Namun untuk sarana olahraga yang dimiliki sudah lebih baik. (tni).

Pemilukada Bengkayang Kalimantan Barat Indonesia

Tak Ada Permohonan Keberatan Kepada MK, Gidot-Naon Paslon Terpilih

BENGKAYANG. 24 Mei lalu KPU Bengkayang menggelar rapat pleno terbuka penghitungan suara di ruang sidang DPRD dengan pengamanan ketat dari pihak keamanan. Paslon lain diberi kesempatan oleh MK untuk menyampaikan permohonan keberatan 3 x 24 jam terhadap hasil Pemilukada di Bumi sebalo.
Setelah 3 hari waktu yang diberikan oleh MK, tidak ada paslon lain yang mengajukan keberatan. Dengan demikian, Suryadman Gidot-Agustinus Naon ditetapkan sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah Bumi Sebalo periode 2010-2015 mendatang.
Eddy A SH, Ketua KPU Bengkayang mengatakan, tidak ada paslon (pasangan calon) lain yang menyampaikan keberatan kepada MK (Mahkamah Konstitusi) terhadap hasil Pemilukada di Bumi Sebalo. Dengan demikian, kami akan menyampaikan penetapan paslon terpilih kepada DPRD Bumi Sebalo.
“Tidak ada pemberitahuan dari MK kepada KPU pusat bahwa ada pemohonan keberatan dari paslon lainnya. Jadi ketetapan rapat pleno terbuka penghitungan suara yang diselenggarakan di ruang sidang dewan (24/5) sudah final karena tidak ada sanggahan,” beber bapak berkulit putih dan berambut tipis ini diruang kerjanya, Kamis (3/6).
Berdasarkan UU RI Nomor 12 tahun 2008 tentang perubahan UU RI Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 109 ayat (2), pengesahan pengangkatan paslon bupati dan wakil bupati atau walikota dan wakil walikota terpilih dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden selambat-lambatnya dalam waktu 30 hari.
(3), paslon bupati dan wakil bupati atau walikota dan wakil walikota diusulkan oleh DPRD kabupaten/kota, selambat-lambatnya dalam waktu tiga hari, kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubenur berdasarkan berita acara penetapan paslon terpilih dari KPU kabupaten/kota untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan.
“Paslon terpilih akan dilantik oleh Gubenur atas nama presiden sesuai dengan Pasal 111. yang akan dilaksanakan dalam rapat paripurna DPRD Bengkayang. Apabila pelantikan paslon terpilih disesuaikan dengan massa jabatan bupati dan wakil bupati 2005-2010, maka akan digelar 10 Agustus mendatang. Biasanya pelantikan dilaksanakan dengan berakhirnya jabatan,” jelasnya.
Eddy melanjutkan, penyampaian penetapan paslon terpilih berdasarkan Nomor 125/KPU-KAB-019435673/V/2010 yang tembusannya disampaikan kepada Mendagri, Ketua KPU Pusat dan Kalbar, Bawaslu, Gubenur, Bupati, Panwaskab, dan Kakan Kesbangpol dan linmas Bengkayang.
Dengan demikian, pasangan calon nomor urut tiga, Suryadman Gidot-Agustinus Naon ditetapkan sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah Bumi Sebalo periode 2010-2015 mendatang. Paslon dari koalisi Demokrat dan Hanura berhasil mengalahkan kelima pasang kandidat dengan meraih 33111 suara. (cah|)